Assalamu'alaikum wr wb...Welcome to My Blog

-Mereka adalah anugerah, mereka ada anak-anak spesial-

"lihat mama, ini angka 1"
"mana tangannya? tiru, ini angka 1"
"Oo, pintaar..."

Luangkanlah waktu dan perhatian yang lebih bagi mereka, dekati mereka,bersikaplah tegas, tetapi jangan sampai membuat mereka tertekan....


0 komentar:

Diet Makanan untuk Anak Autis

Anak berkebutuhan khusus seperti autis memang butuh makanan yang khusus. Anda yang belum memahami dengan benar apa saja yang perlu dikonsumsi anak-anak ini perlu tahu. Yang dikenal saat ini di kalangan mereka yang peduli autis, adalah diet GFCF (Gluten Free and Casein Free).


"Diet makanan khusus anak autis ini sebenarnya cukup membantu karena sekitar 90% anak autis alergi susu sapi, terigu dan ada juga yang alergi protein. Sehingga diet CFGF ini dapat membantu anak-anak autis yang untuk lebih sehat , cukup gizi dan bebas dari masalah pencernaan," kata Ketua Yayasan Autisma Indonesia (YAI) dr Melly Budhiman, SpKJ saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (2/4/2013).
Jenis diet ini mungkin tidak terdengar asing bagi ibu-ibu yang memiliki anak dengan gangguan sprektrum autisme. 

Casein atau susu sapi dan Gluten atau sejenis protein yang biasanya terdapat dalam tepung-tepungan dianggap cukup berpengaruh pada pola perilaku anak autis.
Kebanyakan anak autis memiliki kelainan pada dinding usus halusnya yang sering disebut leaky gut syndrome, akibatnya protein gluten yang tidak terurai sempurna tersebut dapat lolos dan menuju otak. Jika ini terjadi secara berlebihan dikhawatirkan akan menyebabkan efek seperti morfin dan mendorong anak untuk breperilaku negatif seperti hiperaktif, agresif, dan cenderung untuk melukai didri sendiri.

Melly juga bercerita bagaimana orangtua yang memiliki anak autis kemudian menjalani diet ini dan ternyata pola perilakunya lebih baik dan terlihat dengan tatapan mata yang membaik, perkembangan tubuhnya lebih bagus, tidak ngamuk lagi dan anak akan lebih cepat tanggap.

Namun melly mengakui untuk melakukan diet ini juga tidak mudah karena tergantung dari ketelatenan orangtua dan dari usia berapa anak ini diperkenalkan untuk bisa memilih makanan yang lebih sehat.

"Semakin dini anak menjalani diet CFGF ini, akan semakin cepat terlihat pengaruhnya. Bahkan hanya dalam 1 hingga 2 minggu," ujar Melly.

Tapi kembali lagi Melly mengingatkan kalau diet ini tidak menyembuhkan dan diet ini hanya saran darinya dan beberapa ahli yang setuju kalau makanan sangat berpengaruh pada pola perilaku anak autis. Meski begitu, masih ada beberapa kalangan yang belum yakin dengan diet ini.

Tetap saja harus melakukan konsultasi kepada dokter gizi terlebih dahulu mengenai makanan apa saja yang disarankan dan tidak baik untuk anak autis. Tidak bisa menyamakan semua anak autis mengenai diet ini. Karena tidak semua anak autis yang mengalami leaky gut syndrome, bisa jadi tidak bisa mengonsumsi makanan hasil fermentasi.

Sumber:
http://health.liputan6.com/read/550577/jauhkan-anak-autis-dari-susu-sapi-dan-makanan-bergluten
http://mjeducation.com/memilih-makanan-yang-aman-untuk-anak-autis/
http://yudiarputra71.blogspot.com/2011/07/bukupanduan-anak-autis.html

0 komentar:

Hari Peduli Autis Sedunia

Pada tanggal 18 Desember 2008, PBB dalam rapat umumnya mengeluarkan Resolusi No. 62/139 yang menetapkan tanggal 2 April sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Hal tersebut atas usulan Qatar. Wakil delegasi PBB dari Qatar, Nassir Abdelaziz Al Nassir dikenal di negaranya sebagai aktivis pembela hak asasi individu penyandang cacat telah berhasil mengangkat masalah autisme sebagai salah satu agenda tahunan PBB dan mendapatkan dukungan suara bulat dari 50 negara anggota PBB.Resolusi PBB ini adalah salah satu dari sedikit hari yang ditetapkan untuk individu berkebutuhan khusus. Sebagai akibatnya, penetapan hari Peduli Autisme Sedunia ini telah membuka mata dunia mengenai autisme.

Peringatan Hari Peduli Autis Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai autisme. Serta meningkatkan informasi mengenai pentingnya diagnosa awal tiap kali terlihat ada gejala autisme.

Selain itu, peringatan Hari Peduli Autis Sedunia juga bisa menjadi cambuk bagi mereka yang kerap menjadikan autis sebagai bahan celaan di kehidupan sehari-hari. "Masalah ini (autis) bukan untuk diejek. Tidak lucu jika kita mengatakan pada orang yang tidak bisa mendengar atau orang yang tidak memiliki kaki dengan perkataan 'situ buntung ya!'. Untuk menggunakan autisme sebagai bahan candaan itu tidak manusiawi," ujar Diah Puspita, Sekertaris dan salah satu pendiri Yayasan Autisma Indonesia, Senin (2/4).

YAI (yayasan autisme Indonesia) menjalankan kegiatan Kampanye Peduli Autisme (KPA) melalui serangkaian kegiatan tahunan yang dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan, dengan maksud untuk menggugah dan meningkatkan ke­pedu­li­an masyarakat Indonesia terhadap masalah-masalah autisme dan individu penyandang autisme. Yang diharapkan oleh YAI  agar autisme dapat semakin dikenal dan dimengerti oleh masyarakat, dan individu pe­nyandang autisme semakin diterima serta diberikan kesempatan dan perlaku­an yang setara, baik dalam pendidikan dan pekerjaan

sumber:
http://autisme.or.id/I3GwO
http://event.indonesiakreatif.net/events/hari-peduli-autisme-sedunia-world-autism-awareness-day-2014-04-02/
http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/04/stop-jadikan-autisme-bahan-celaan

0 komentar:

Terapi Lumba-Lumba untuk Penyandang Autis




Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=4I5hw6QRWKo

0 komentar:

Permainan untuk Anak Autis

Berikut adalah beberapa mainan yang bisa dipilih untuk anak-anak dengan autisme:

1. Trampolin










Banyak anak-anak autis suka bermain dengan trampolin.Anak-anak autis memiliki ketidakseimbangan sistem sensorik.Saat bermain di atas trampolin mereka akan belajar merasakan berbagai posisi tubuh dan respon tubuh. Selain itu, melompat dan menyeimbangkan tubuh pada trampolin membantu anak mengintegrasikan berbagai sistem tubuh. Banyak anak-anak autis suka bermain dengan trampolin.Anak-anak autis memiliki ketidakseimbangan sistem sensorik.Saat bermain di atas trampolin mereka akan belajar merasakan berbagai posisi tubuh dan respon tubuh. Selain itu, melompat dan menyeimbangkan tubuh pada trampolin membantu anak mengintegrasikan berbagai sistem tubuh.

0 komentar:

Partisipasi Orang Tua dan Saudara Sekandung dari Anak Autis

Dawson dan Osterling (1997, dalam Herbert & Graudiano, 2002)mengidentifikasikan 6 faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi pada anak autis, yaitu: isi kurikulum,lingkunga pengajaran yang sangat mendukung, dampak pada rutinitas, yaitu bagaimana pengaruh terapi yang dilakukan terhadap kegiatan yang dilakukan sehari-hari,pendekatan fungsional pada perilaku yang bermasalah dan keterlibatan orang tua dalam terapi.

Berdasarkan sejumlah faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi tersebut,faktor peran keluarga sangatlah berpengaruh.
Pemilihan terapi yang dianggap tepat ditunjang dengan terapis yang terlatih, tidak membuat peran keluarga berkurang dalam mendorong keberhasilan terapi yang dilakukan. Usaha dari orang tua dan keluarga untuk terus menerus melakukan pendampingan pada anak sangat diperlukan, sehingga mereka terlibat secara langsung dalam proses terapi anak.

2 komentar:

Metode Penanganan Autis

Sampai hari ini cara penyembuhan autisme belum ditemukan.
Tingkat keparahan autisme yang bervariasi antara satu individu dengan yang lainnya menyebabkan tidak ada satu penanganan yang cocok untuk semua individu yang menderita autisme.

Berikut ini adalah berbagai metode penanganan autisme:

1. Obat-obatan












Obat-obatan hanya dapat membantu mengendalikan gejala autisme.Vitamin, suplemen gizi, antidepresan, dan obat-obatan antipsikotik menunjukkan asil yang positif dalam mengobati kasus autisme.

2. Terapi Komunikasi
Terapi komunikasi membantu menginisiasi bahasa dan perkembangan non verbal.
Terapi bicara dan interaksi sosial sering digunakan untuk membantu mengatasi hambatan emosional dalam komunikasi.Cerita sosial digunakan untuk membantu anak autis memahami peristiwa, perasaan, penalaran, serta sudut pandang.

3. Terapi Perilaku
Terapi perilaku membantu mengubah perilaku berulang, tidak pantas, dan agresif.
Terapi ini dilakukan untuk membantu anak autis memperoleh keterampilan yang dibutuhkan agar mampu berbaur dengan lingkungan sekitarnya.Berbagai metode digunakan untuk mengatasi autisme, baik dilakukan bersamaan maupun secara terpisah.Analisis perilaku diterapkan dengan membagi keterampilan dalam beberapa tahap kemudian mengajarkannya pada anak autis.Memberi hadiah setiap kali anak mampu melakukan tahap tertentu akan membantu anak autis untuk belajar dengan meniru (imitasi).Terapi integrasi sensori berfokus pada stimulasi sensori melalui paparan rasa, suara, atau tekstur yang berbeda.Metode lain yang digunakan adalah terapi bermain, dimana perkembangan emosional yang menjadi fokus.Terapi ini biasanya dilakukan dengan bermain peran antara orang dewasa dan anak, serta berusaha untuk mengembangkan keterampilan sosial dan interaksi sosial.
Meskipun tidak dapat disembuhkan, diagnosis dini yang disertai intervensi bisa membantu anak autisme berfungsi lebih baik dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Sumber: http://www.amazine.co/22616/5-jenis-3-metode-penanganan-autisme/

0 komentar:

Ciri-ciri Anak Autisme


Menurut American Psychiatric Association dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder Fourth Edition Text Revision (DSM IVTR, 2004), kriteria diagnostik untuk dari gangguan autistik adalah sebagai berikut:

0 komentar:

Definisi autisme



Istilah autisme berasal dari kata “Autos” yang berarti diri sendiri dan“isme”yang berarti suatu aliran, sehingga dapat diartikan sebagai suatu paham tertarik pada dunianya sendiri (Suryana, 2004). Autisme pertama kali ditemukan oleh Leo Kanner pada tahun 1943. Kanner mendeskripsikan gangguan ini sebagai  ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, gangguan berbahasa yang ditunjukkan dengan penguasaan bahasa yang tertunda, echolalia, mutism, pembalikan kalimat, adanya aktivitas bermain repetitive dan stereotype, ruteingatan yang kuat dan keinginan obsesif untuk mempertahankan keteraturan di  dalam lingkungannya (Dawson & Castelloe dalam Widihastuti, 2007).

Gulo (1982) menyebutkan autisme berarti preokupasi terhadap pikiran dan khayalan sendiri atau dengan kata lain lebih banyak berorientasi kepada pikiran subjektifnya sendiri daripada melihat kenyataan atau realita kehidupan sehari hari.Oleh karena itu penderita autisme disebut orang yang hidup di “alamnya” sendiri.

Istilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut sindrom Kanner yang dicirikan dengan ekspresi wajah yang kosong seolah-olah sedang melamun,kehilangan pikiran dan sulit sekali bagi orang lain untuk menarik perhatian mereka atau mengajak mereka berkomunikasi (Budiman, 1998).

Sumber: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19080/3/Chapter%20II.pdf

0 komentar:

An introduction to autism

Original title: Introduktion om autism
Eric Zander
Translation: Scott Spellerberg, 2005

Autism is characterised by severe and pervasive impairments in several important areas of development:  reciprocal social interaction and communication as well as behaviour, and imagination. In order to be diagnosed with autism, the behavioural symptoms in all of the above-named areas must be present by age 3. Even if the parents often notice that something is wrong during infancy, it is very difficult to diagnose

0 komentar: