Pada tanggal 18 Desember 2008, PBB dalam rapat umumnya mengeluarkan Resolusi No. 62/139 yang menetapkan tanggal 2 April sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Hal tersebut atas usulan Qatar. Wakil delegasi PBB dari Qatar, Nassir Abdelaziz Al Nassir dikenal di negaranya sebagai aktivis pembela hak asasi individu penyandang cacat telah berhasil mengangkat masalah autisme sebagai salah satu agenda tahunan PBB dan mendapatkan dukungan suara bulat dari 50 negara anggota PBB.Resolusi PBB ini adalah salah satu dari sedikit hari yang ditetapkan untuk individu berkebutuhan khusus. Sebagai akibatnya, penetapan hari Peduli Autisme Sedunia ini telah membuka mata dunia mengenai autisme.
Peringatan Hari Peduli Autis Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai autisme. Serta meningkatkan informasi mengenai pentingnya diagnosa awal tiap kali terlihat ada gejala autisme.
Selain itu, peringatan Hari Peduli Autis Sedunia juga bisa menjadi cambuk bagi mereka yang kerap menjadikan autis sebagai bahan celaan di kehidupan sehari-hari. "Masalah ini (autis) bukan untuk diejek. Tidak lucu jika kita mengatakan pada orang yang tidak bisa mendengar atau orang yang tidak memiliki kaki dengan perkataan 'situ buntung ya!'. Untuk menggunakan autisme sebagai bahan candaan itu tidak manusiawi," ujar Diah Puspita, Sekertaris dan salah satu pendiri Yayasan Autisma Indonesia, Senin (2/4).
Peringatan Hari Peduli Autis Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai autisme. Serta meningkatkan informasi mengenai pentingnya diagnosa awal tiap kali terlihat ada gejala autisme.
Selain itu, peringatan Hari Peduli Autis Sedunia juga bisa menjadi cambuk bagi mereka yang kerap menjadikan autis sebagai bahan celaan di kehidupan sehari-hari. "Masalah ini (autis) bukan untuk diejek. Tidak lucu jika kita mengatakan pada orang yang tidak bisa mendengar atau orang yang tidak memiliki kaki dengan perkataan 'situ buntung ya!'. Untuk menggunakan autisme sebagai bahan candaan itu tidak manusiawi," ujar Diah Puspita, Sekertaris dan salah satu pendiri Yayasan Autisma Indonesia, Senin (2/4).
YAI (yayasan autisme Indonesia) menjalankan kegiatan Kampanye Peduli Autisme (KPA) melalui serangkaian kegiatan tahunan yang dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan, dengan maksud untuk menggugah dan meningkatkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap masalah-masalah autisme dan individu penyandang autisme. Yang diharapkan oleh YAI agar autisme dapat semakin dikenal dan dimengerti oleh masyarakat, dan individu penyandang autisme semakin diterima serta diberikan kesempatan dan perlakuan yang setara, baik dalam pendidikan dan pekerjaan
sumber:
http://autisme.or.id/I3GwO
http://event.indonesiakreatif.net/events/hari-peduli-autisme-sedunia-world-autism-awareness-day-2014-04-02/
http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/04/stop-jadikan-autisme-bahan-celaan
sumber:
http://autisme.or.id/I3GwO
http://event.indonesiakreatif.net/events/hari-peduli-autisme-sedunia-world-autism-awareness-day-2014-04-02/
http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/04/stop-jadikan-autisme-bahan-celaan

0 komentar: