Assalamu'alaikum wr wb...Welcome to My Blog

Partisipasi Orang Tua dan Saudara Sekandung dari Anak Autis

Dawson dan Osterling (1997, dalam Herbert & Graudiano, 2002)mengidentifikasikan 6 faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi pada anak autis, yaitu: isi kurikulum,lingkunga pengajaran yang sangat mendukung, dampak pada rutinitas, yaitu bagaimana pengaruh terapi yang dilakukan terhadap kegiatan yang dilakukan sehari-hari,pendekatan fungsional pada perilaku yang bermasalah dan keterlibatan orang tua dalam terapi.

Berdasarkan sejumlah faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi tersebut,faktor peran keluarga sangatlah berpengaruh.
Pemilihan terapi yang dianggap tepat ditunjang dengan terapis yang terlatih, tidak membuat peran keluarga berkurang dalam mendorong keberhasilan terapi yang dilakukan. Usaha dari orang tua dan keluarga untuk terus menerus melakukan pendampingan pada anak sangat diperlukan, sehingga mereka terlibat secara langsung dalam proses terapi anak.
Orang tua sangat menentukan perkembangan anak dalam setiap aspek.Pengasuhan sehari-hari sangat memegang peranan penting pada perkembangan anak autis.Peran keluarga tidak lepas dari peran saudara sekandung dari anak autis.

Ikatan antara saudara laki-laki dan saudara perempuan merupakan ikatan terpanjang yang pernah ada dan pengalaman tersebut mempengaruhi perkembangan sepanjang hidup. Seorang anak dengan akan mengganggu harapan dan impian dari orang tua dan mempengaruhi kehidupan anak lain di dalam keluarga. Hidup berdekatan dengan saudara sekandung penyandang autismedapat menjadi sesuatu yang rewarding maupun sesuatu yang memicu stress (Berkell,1994, dalam Hapsari, 2001). Dalam penelitiannya Galagher dan Powell (Berkell, 1994, dalam Hapsari, 2001)hubungan antara saudara sekandung dengan anak autis sebagai suatu kontinuum dengan hasil positif dan negatif pada masing-masing ujungnya. Perasaan yang dialami oleh saudara sekandung terhadap anak autis bukan merupakansesuatu yang statis tetapi berubah-ubah. Di satu waktu ia memiliki hubungan yang positif dan menyenangkan dengan anak autis. Di lain waktu ia merasakan marah dan tidak mengerti akan tingkah laku anak autis tersebut. Anak normal dan anak autis yang bersaudara sekandung akan banyak mempengaruhi satu sama lain.

Saudara sekandung dari anak autis mengalami banyak pengaruh positif dari pengalaman hidup bersama-sama dengan seorang penyandang autis. Mereka memiliki pengertian yang mendalam terhadap kondisi manusia. Mereka juga memperlihatkan kedewasaan dalam menangani situasi yang berhubungan dengan anak autis seperti bila ayah-ibu lebih memperhatikan anak autis bukan berarti orang tua mereka pilih kasih tetapi karena kondisi anak autis memang membutuhkan perhatian ekstra. Selain itu mereka juga menunjukkan kebanggaan dan keloyalan terhadap segala kemampuan yang dimiliki anak autis ini. Mereka berpikir menjadi penyandang autisme tidak menghalangi seorang anak untuk mencapai suatu prestasi. Mereka juga memiliki penghargaan dan rasa syukur yang mendalam terhadap kesehatan yang mereka miliki (Meyer & Vadasy, 1996).


Referensi:
INSAN Vol. 8 No. 2, Agustus 2006 "Saudara Sekandung dari Anak Autis dan
Peran Mereka dalam Terapi" Tri Kurniati Ambarini Fakultas Psikologi UNAIR
http://doparenting.com/tips-bagi-orangtua-yang-memiliki-anak-autis/
http://segiempat.com/tips-dan-cara/pendidikan/cara-memberikan-pemahaman-terhadap-saudara-dari-anak-autis/

2 komentar: