Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=4I5hw6QRWKo
Terapi Lumba-Lumba untuk Penyandang Autis
Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=4I5hw6QRWKo
Permainan untuk Anak Autis
Berikut adalah beberapa mainan yang bisa dipilih untuk anak-anak dengan autisme:
1. Trampolin

Banyak anak-anak autis suka bermain dengan trampolin.Anak-anak autis memiliki ketidakseimbangan sistem sensorik.Saat bermain di atas trampolin mereka akan belajar merasakan berbagai posisi tubuh dan respon tubuh. Selain itu, melompat dan menyeimbangkan tubuh pada trampolin membantu anak mengintegrasikan berbagai sistem tubuh. Banyak anak-anak autis suka bermain dengan trampolin.Anak-anak autis memiliki ketidakseimbangan sistem sensorik.Saat bermain di atas trampolin mereka akan belajar merasakan berbagai posisi tubuh dan respon tubuh. Selain itu, melompat dan menyeimbangkan tubuh pada trampolin membantu anak mengintegrasikan berbagai sistem tubuh.

Banyak anak-anak autis suka bermain dengan trampolin.Anak-anak autis memiliki ketidakseimbangan sistem sensorik.Saat bermain di atas trampolin mereka akan belajar merasakan berbagai posisi tubuh dan respon tubuh. Selain itu, melompat dan menyeimbangkan tubuh pada trampolin membantu anak mengintegrasikan berbagai sistem tubuh. Banyak anak-anak autis suka bermain dengan trampolin.Anak-anak autis memiliki ketidakseimbangan sistem sensorik.Saat bermain di atas trampolin mereka akan belajar merasakan berbagai posisi tubuh dan respon tubuh. Selain itu, melompat dan menyeimbangkan tubuh pada trampolin membantu anak mengintegrasikan berbagai sistem tubuh.
Partisipasi Orang Tua dan Saudara Sekandung dari Anak Autis
Dawson dan Osterling (1997, dalam Herbert & Graudiano, 2002)mengidentifikasikan 6 faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi pada anak autis, yaitu: isi kurikulum,lingkunga pengajaran yang sangat mendukung, dampak pada rutinitas, yaitu bagaimana pengaruh terapi yang dilakukan terhadap kegiatan yang dilakukan sehari-hari,pendekatan fungsional pada perilaku yang bermasalah dan keterlibatan orang tua dalam terapi.
Berdasarkan sejumlah faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi tersebut,faktor peran keluarga sangatlah berpengaruh.
Pemilihan terapi yang dianggap tepat ditunjang dengan terapis yang terlatih, tidak membuat peran keluarga berkurang dalam mendorong keberhasilan terapi yang dilakukan. Usaha dari orang tua dan keluarga untuk terus menerus melakukan pendampingan pada anak sangat diperlukan, sehingga mereka terlibat secara langsung dalam proses terapi anak.
Berdasarkan sejumlah faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi tersebut,faktor peran keluarga sangatlah berpengaruh.Metode Penanganan Autis
Tingkat keparahan autisme yang bervariasi antara satu individu dengan yang lainnya menyebabkan tidak ada satu penanganan yang cocok untuk semua individu yang menderita autisme.
Berikut ini adalah berbagai metode penanganan autisme:
1. Obat-obatan

Obat-obatan hanya dapat membantu mengendalikan gejala autisme.Vitamin, suplemen gizi, antidepresan, dan obat-obatan antipsikotik menunjukkan asil yang positif dalam mengobati kasus autisme.
2. Terapi Komunikasi
Terapi komunikasi membantu menginisiasi bahasa dan perkembangan non verbal.
Terapi bicara dan interaksi sosial sering digunakan untuk membantu mengatasi hambatan emosional dalam komunikasi.Cerita sosial digunakan untuk membantu anak autis memahami peristiwa, perasaan, penalaran, serta sudut pandang.
3. Terapi Perilaku
Terapi perilaku membantu mengubah perilaku berulang, tidak pantas, dan agresif.
Terapi ini dilakukan untuk membantu anak autis memperoleh keterampilan yang dibutuhkan agar mampu berbaur dengan lingkungan sekitarnya.Berbagai metode digunakan untuk mengatasi autisme, baik dilakukan bersamaan maupun secara terpisah.Analisis perilaku diterapkan dengan membagi keterampilan dalam beberapa tahap kemudian mengajarkannya pada anak autis.Memberi hadiah setiap kali anak mampu melakukan tahap tertentu akan membantu anak autis untuk belajar dengan meniru (imitasi).Terapi integrasi sensori berfokus pada stimulasi sensori melalui paparan rasa, suara, atau tekstur yang berbeda.Metode lain yang digunakan adalah terapi bermain, dimana perkembangan emosional yang menjadi fokus.Terapi ini biasanya dilakukan dengan bermain peran antara orang dewasa dan anak, serta berusaha untuk mengembangkan keterampilan sosial dan interaksi sosial.
Meskipun tidak dapat disembuhkan, diagnosis dini yang disertai intervensi bisa membantu anak autisme berfungsi lebih baik dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Sumber: http://www.amazine.co/22616/5-jenis-3-metode-penanganan-autisme/
Ciri-ciri Anak Autisme
Definisi autisme
Istilah autisme berasal dari kata “Autos” yang berarti diri sendiri dan“isme”yang berarti suatu aliran, sehingga dapat diartikan sebagai suatu paham tertarik pada dunianya sendiri (Suryana, 2004). Autisme pertama kali ditemukan oleh Leo Kanner pada tahun 1943. Kanner mendeskripsikan gangguan ini sebagai ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, gangguan berbahasa yang ditunjukkan dengan penguasaan bahasa yang tertunda, echolalia, mutism, pembalikan kalimat, adanya aktivitas bermain repetitive dan stereotype, ruteingatan yang kuat dan keinginan obsesif untuk mempertahankan keteraturan di dalam lingkungannya (Dawson & Castelloe dalam Widihastuti, 2007).
Gulo (1982) menyebutkan autisme berarti preokupasi terhadap pikiran dan khayalan sendiri atau dengan kata lain lebih banyak berorientasi kepada pikiran subjektifnya sendiri daripada melihat kenyataan atau realita kehidupan sehari hari.Oleh karena itu penderita autisme disebut orang yang hidup di “alamnya” sendiri.
Istilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut sindrom Kanner yang dicirikan dengan ekspresi wajah yang kosong seolah-olah sedang melamun,kehilangan pikiran dan sulit sekali bagi orang lain untuk menarik perhatian mereka atau mengajak mereka berkomunikasi (Budiman, 1998).
Sumber: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19080/3/Chapter%20II.pdf
An introduction to autism
Original title: Introduktion om autism
Eric Zander
Translation: Scott Spellerberg, 2005
Autism is characterised by severe and pervasive impairments in several important areas of development: reciprocal social interaction and communication as well as behaviour, and imagination. In order to be diagnosed with autism, the behavioural symptoms in all of the above-named areas must be present by age 3. Even if the parents often notice that something is wrong during infancy, it is very difficult to diagnose
Eric Zander
Translation: Scott Spellerberg, 2005
Autism is characterised by severe and pervasive impairments in several important areas of development: reciprocal social interaction and communication as well as behaviour, and imagination. In order to be diagnosed with autism, the behavioural symptoms in all of the above-named areas must be present by age 3. Even if the parents often notice that something is wrong during infancy, it is very difficult to diagnose
Langganan:
Komentar (Atom)


0 komentar: